Oleh : Revalina Imanuela Kus Pratomo
Seperti yang telah kita ketahui bersama, Ibu Kota Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar tengah memasuki musim hujan. Intensitas hujan yang cukup tinggi telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan masih akan dilanda cuaca ekstrem dan diperkirakan hujan di wilayah ini masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Seturut dengan upaya mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, Dinas Pendidikan mengeluarkan edaran dalam menyikapi keadaan ini. Surat edaran bernomor 0205/Edar/I/2024 ditujukan kepada Kepala Sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP Negeri/Swasta se-Kota Makassar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan bahwa dikarenakan cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga 16 Januari mendatang, maka seluruh siswa siswi akan melakukan pembelajaran secara daring mulai Senin, 15 Januari hingga Selasa, 16 Januari.
"Jika terjadi kondisi yang tidak memungkinkan untuk belajar secara luring, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari tanggal 15 - 16 Januari dilakukan dengan PJJ atau daring," kata Kadis Pendidikan Muhyuddin, Minggu (14/1/2024).
Kondisi Sulawesi Selatan bagian barat yang saat ini kerap dilanda hujan lebat kini masuk kedalam kategori "Awas". Namun tidak menutup kemungkinan daerah lain juga dapat mengalami hal serupa. Sulawesi Selatan tergolong kedalam daerah yang berpotensi banjir. Menurut info yang diberikan oleh BMKG, kondisi ini dipicu oleh Bibit Siklon Tropis yang kemudian mengakibatkan pertemuan angin di Laut Jawa hingga ke Sulawesi Selatan.
Adapun sejumlah kecamatan di Kota Makassar yang terdampak, yakni: Kecamatan Mariso, Mamajang, Makasar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakukkang, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea, dan sekitarnya. Menurut keterangan BMKG, Cuaca ekstrem ini juga diprediksi terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Sulsel.
Hingga hari ini, terpantau para siswa telah kembali melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung. Kondisi Makassar yang masih kerap dilanda hujan terkadang membuat keadaan di jalan jalan besar menjadi terhambat. Dinas Pendidikan juga berupaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan melalui pembentukan Posko dan Tim Cuaca Ekstrim guna memantau kondisi sekolah-sekolah di Kota Makassar dan melaporkannya kepada Wali Kota.
Dalam kondisi seperti ini ada banyak potensi bencana mengintai, seperti genangan, banjir, angin kencang, listrik korsleting hingga pohon tumbang. Maka sebagai masyarakat, kita perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi ini. dengan selalu menjaga kesehatan, serta selalu mempersiapkan perlindungan ekstra.
Seperti yang telah kita ketahui bersama, Ibu Kota Sulawesi Selatan, yakni Kota Makassar tengah memasuki musim hujan. Intensitas hujan yang cukup tinggi telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sulawesi Selatan masih akan dilanda cuaca ekstrem dan diperkirakan hujan di wilayah ini masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan.
Seturut dengan upaya mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, Dinas Pendidikan mengeluarkan edaran dalam menyikapi keadaan ini. Surat edaran bernomor 0205/Edar/I/2024 ditujukan kepada Kepala Sekolah PAUD, TK, SD, dan SMP Negeri/Swasta se-Kota Makassar. Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Muhyiddin, mengatakan bahwa dikarenakan cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi hingga 16 Januari mendatang, maka seluruh siswa siswi akan melakukan pembelajaran secara daring mulai Senin, 15 Januari hingga Selasa, 16 Januari.
"Jika terjadi kondisi yang tidak memungkinkan untuk belajar secara luring, maka pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dari tanggal 15 - 16 Januari dilakukan dengan PJJ atau daring," kata Kadis Pendidikan Muhyuddin, Minggu (14/1/2024).
Kondisi Sulawesi Selatan bagian barat yang saat ini kerap dilanda hujan lebat kini masuk kedalam kategori "Awas". Namun tidak menutup kemungkinan daerah lain juga dapat mengalami hal serupa. Sulawesi Selatan tergolong kedalam daerah yang berpotensi banjir. Menurut info yang diberikan oleh BMKG, kondisi ini dipicu oleh Bibit Siklon Tropis yang kemudian mengakibatkan pertemuan angin di Laut Jawa hingga ke Sulawesi Selatan.
Adapun sejumlah kecamatan di Kota Makassar yang terdampak, yakni: Kecamatan Mariso, Mamajang, Makasar, Ujung Pandang, Wajo, Bontoala, Tallo, Ujung Tanah, Panakukkang, Biringkanaya, Manggala, Rappocini, Tamalanrea, dan sekitarnya. Menurut keterangan BMKG, Cuaca ekstrem ini juga diprediksi terjadi di sejumlah wilayah lainnya di Sulsel.
Hingga hari ini, terpantau para siswa telah kembali melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung. Kondisi Makassar yang masih kerap dilanda hujan terkadang membuat keadaan di jalan jalan besar menjadi terhambat. Dinas Pendidikan juga berupaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan melalui pembentukan Posko dan Tim Cuaca Ekstrim guna memantau kondisi sekolah-sekolah di Kota Makassar dan melaporkannya kepada Wali Kota.
Dalam kondisi seperti ini ada banyak potensi bencana mengintai, seperti genangan, banjir, angin kencang, listrik korsleting hingga pohon tumbang. Maka sebagai masyarakat, kita perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi ini. dengan selalu menjaga kesehatan, serta selalu mempersiapkan perlindungan ekstra.
97
BalasHapus